Tidak lama lagi, registrasi untuk Antangin Bromo KOM Challenge 2018 akan ditutup. Tepatnya pada Minggu, 1 April 2018. Pada hari-hari terakhir ini, semakin banyak peserta yang mendaftarkan diri. Baik di kelas lomba maupun non-lomba.
Salah satu nama yang barusan menyusul adalah Aiman Cahyadi, pembalap papan atas Indonesia. Pria asal Yogyakarta ini baru saja mengikuti lomba paling bergengsi di Asia Tenggara, Tour de Langkawi, membela tim Sapura Malaysia.
“Walau baru mendarat dari Malaysia usai ikut Tour de Langkawi, saya langsung daftar Bromo KOM supaya tidak terlambat,” ungkapnya.
Aiman punya alasan ekstra ikut even yang diselenggarakan oleh Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS), Mie Bola Mas, dan OtakOtak ini. Dia juga mendampingi istrinya, Yanthi Fuchianty, yang ikut perebutan Queen of the Mountain (QOM) bersama Tim Aurora.
Untuk dirinya sendiri, Aiman juga akan berupaya mengejar hadiah kemenangan. “Insya Allah saya akan bertarung mengejar gelar KOM. Semoga dapat rezeki karena hadiahnya lumayan gede. Tidak muluk-muluk harus juara satu. Tiga besar saja cukup,” ujarnya.
Aiman Cahyadi
Selain Aiman, dari Kota Gudeg memang ada banyak peserta bergabung. Komunitas Jogja Road Cycling Community (JRCC) mengirimkan tiga atlet untuk tampil. “Podium kelas Men Elite, Master A, dan Master Senior yang jadi incaran kami,” kata Sendy Susanto, ketua JRCC.
Rizky Rahman bersama 3 teman dari JRCC akan memeriahkan Antangin Bromo KOM challenge
Sementara dari Banyuwangi, tim balap yang bermarkas di sana sedang mempersiapkan diri secara serius.
“Kami sedang training camp di lereng Gunung Ijen untuk latihan nanjak. Selain itu juga latihan endurance dengan melakukan riding 200 km. Tentu target kami juara KOM,” tegas Guntur Priambodo, ketua BRCC (Banyuwangi Road Cycling Community).
Tercatat, 24 cyclist atas nama BRCC mendaftarkan diri di even yang berhadiah total Rp 70 juta ini. “Nanjak gunung Bromo itu latihan yang tepat sebelum even balapan kalender UCI seperti Tour de Ijen, Tour de Singkarak, Tour Moluccas, dan Tour Celebes,” imbuh Guntur.
Guntur priambodo (tengah) bersama sebagian tim BRCC yang akan mengincar KOM di Antangin Bromo KOM Challenge 2018
Ogah terlambat, juga diakui oleh Kokok Susanto, Direktur Utama Pelindo Properti Indonesia. Pria ramah ini mengajak 11 teman cyclist di grup Pelindo untuk bareng-bareng menaklukkan tanjakan Bromo.
“Selain saya tergabung di SRBC (Surabaya Road Bike Community), lingkungan kantor saya, Pelindo 3 juga punya komunitas sepeda. Saya ajak teman-teman untuk ikut Bromo KOM Challenge, tapi bukan untuk ikut lomba. Tapi sebagai ajang eksistensi komunitas kami,” tutur pengguna Colnago C60 ini. “Nanjak Bromo itu 40 km dan pasti akan seru kalo rame-rame dan saling kenal. Bisa saling memberi semangat dan guyonan. Itu pun kalo masih bisa guyon dan belum kehabisan nafas,” tutur Kokok lantas tertawa.
Pendaftaran Antangin Bromo KOM Challenge 2018 bisa dilakukan secara online di www.mainsepeda.com. Atau menghubungi toko-toko sepeda yang menjadi mitra even climbing paling bergengsi ini. (mainsepeda)